Rupanya Ini Perbedaan Pelayanan Awak Kabin di Pesawat Kelas Bisnis dan Ekonomi

Kelas di pesawat menentukan fasilitas yang dikasih. Bangku dan makanan contohnya ialah hal yang dapat dapat menonjol dari keduanya. Namun, bagaimana dengan pelayanan dari awak kabin?

Beberapa waktu lalu, berkesempatan mengunjungi sentra pelatihan awak kabin salah satu maspakai terbaik di dunia, Singapore Airlines. Di sana, tengah berlangsung pelatihan awak kabin untuk melayani kelas bisnis.

Puluhan awak kabin yang tengah berlatih itu sebetulnya bukan baru lagi di dunia penerbangan. Mereka sudah satu separuh tahun melayani penumpang di kelas ekonomi. Namun, mereka perlu belajar untuk melayani penumpang di pesawat kelas bisnis. Di mana letak perbedaannya?

Lead Steward Singapore Airlines Warren Ovinis mengatakan, sebagian hal yang dilatih ialah memberikan salam, menawarkan bacaan, metode menyajikan makanan dan wine, dan sebagainya. Penyajian makanan di pesawat kelas bisnis berbeda dengan ekonomi karena situs slot gacor gampang menang makanan diperkenalkan di piring dengan tata meja seperti di restoran.

“Untuk menyajikan makanan ini para awak kabin semestinya menentukan piringnya bersih dari cap jari, jangan sampai ada bekas tangan atau makanan yang tercecer. Seandainya ada wine atau keju, mereka juga semestinya tahu metode menyajikannya,” ujar Ovinis.

Perbedaan Pelayanan di Pesawat Kelas Bisnis dan Ekonomi

Hal-hal demikian biasanya tak ada di kelas ekonomi. Sehingga para awak kabin perlu dilatih selama empat hari, dengan sebagian pekan sebelumnya sudah dikasih materi untuk dipelajari sendiri.

Setelah pelatihan, awak kabin belum boleh lantas berprofesi di kelas bisnis. Mereka semestinya magang dahulu selama tiga bulan.

Perbedaan Pelayanan di Pesawat Kelas Bisnis dan Ekonomi

Hal-hal demikian biasanya tak ada di kelas ekonomi. Sehingga para awak kabin perlu dilatih selama empat hari, dengan sebagian pekan sebelumnya sudah dikasih materi untuk dipelajari sendiri.

Setelah pelatihan, awak kabin belum boleh lantas berprofesi di kelas bisnis. Mereka semestinya magang dahulu selama tiga bulan.

BSI Genjot Pertumbuhan Bisnis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI masih menjadi pemimpin pasar dalam industri perbankan syariah di dalam negeri sampai kuartal III 2023. Pun, BSI tumbuh di atas industri perbankan nasional di tengah keadaan ekonomi yang tak menentu dan penuh tantangan.

Direktur Risk Management BSI Grandhis H.Harumansyah menerangkan, laba bersih perseroan tumbuh 31% secara tahunan (year on year/yoy) menempuh angka Rp4,2 triliun per kuartal III/2023. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan aset dan pembiayaan yang juga meningkat sebanyak dobel digit secara tahunan.

Aset BSI tumbuh 14,23% secara (yoy) di angka Rp320 triliun, yang mana ini lebih tinggi dari aset perbankan nasional yang tumbuh 7,13% (yoy).

Di sisi pembiayaan, BSI mengalami pertumbuhan sebesar 16% (yoy) menjadi Rp232 triliun, lebih tinggi dari pembiayaan perbankan nasional yang tumbuh 8,96% yoy.

Dengan demikian, BSI bersepakat untuk tetap menjadi mahjong slot pemimpin pasar perbankan syariah nasional dengan membukukan pertumbuhan laba yang positif untuk memberikan imbal hasil yang maksimal bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.

Salah satu janji tersebut akan ditempuh dengan menjaga penyaluran pembiayaan yang bermutu. Sebagai info, non-performing financing (NPF) BSI sudah berada di angka 2,21%, lebih rendah dibandingi perbankan nasional dan angka ini terus membaik semenjak awal merger.

“BSI terus jalankan bisnis syariah. Sekiranya bicara taktik pertumbuhan ada tiga hal utama, apa yang ditempuh, bagaimana bisnis di monitor dan bagaimana sisi sumber energi manusia,” kata ia dalam Public Expose 2023, Rabu (29/11/2023).

Pembiayaan BSI

Di sisi lain, ia menuturkan, pembiayaan didominasi oleh segmen konsumer, gadai dan card sebesar Rp125,34 triliun, korporasi sebesar Rp54,39 triliun, mikro sebesar Rp21,45 triliun, SME Rp18,62 triliun dan komersial Rp11,86 triliun. Dari sisi rasio keuangan, ROA (Return of Asset) juga mengalami peningkatan menjadi 2,34%.

Efisiensi juga terus mengalami perkembangan yang bagus, di mana BOPO cakap turun dari jenjang 74,02% menjadi 71,43% year on year.

BSI juga terus menyokong pertumbuhan UMKM dIndonesia via UMKM Center yang tersebar di sejumlah kota, yakni Banda Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya, dengan total binaan sebanyak 2.526 UMKM.

Kecuali itu, BSI juga menyokong penuh pengurangan emisi karbon untuk menjadikan Indonesia bebas emisi karbon atau nol zero emission (NZE) pada 2060. BSI sudah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan menempuh Rp53,6 triliun atau 23,10% dari total pembiayaan perseroan.

Apa Perbedaan Antara Ekonomi Bisnis dan Manajemen Bisnis Pada Tahun 2024

Ekonomi bisnis dan manajemen bisnis merupakan istilah yang sudah tak asing lagi di dunia kewirausahaan. Akan tetapi, kedua pembahasan hal yang demikian masih tak jarang menjadi pertanyaan bagi beberapa besar orang yang belum mengerti apa perbedaan dari kedua istilah hal yang demikian, sehingga seringkali terjadi kesalahan dalam pemakaiannya. Terlebih bagi Anda yang mau mendapat pendidikan yang tinggi dalam bidang bisnis.

Anda mungkin akan merasa linglung tentang perbedaan kedua istilah hal yang demikian. Supaya dapat mengetahui apa saja perbedaan antara manajemen bisnis dan ekonomi bisnis, simak review berikut ini.

Manajemen Bisnis
Manajemen bisnis wajib direncanakan secara matang sebab slot qris manajemen amat dibutuhkan dalam sebuah bisnis. Hingga ini agar seluruh sumber energi yang sudah direncanakan dapat mencapai target yang diharapkan sedangkan rencana yang diwujudkan untuk mengerjakan sebetulnya tidaklah begitu susah seperti yang sudah dibayangkan.

Belajar dan berlatih tentang bisnis merupakan salah satu langkah permulaan yang akan memberikan pengalaman, dari perincian modal, pemasukan hingga pengeluaran, di mana seluruh ini nantinya akan dihabiskan. Kalau nanti suatu bisnis hal yang demikian dapat menjadi sebuah usaha yang lebih besar daripada sebelumnya.

Manajemen bisnis ini dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan yang wajib dilaksanakan sebelum membangun usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan sebab tanpa adanya manajemen, sebuah usaha tak akan dapat terbentuk secara optimal dan akan menerima keuntungan yang sangatlah kurang.

Di bidang pendidikan, jurusan manajemen bisnis dalah bidang studi yang akan melibatkan dua zona yang amat luas untuk perluan pelatiahan, perekrutan, serta koordinasi hingga manjadi manajer dalam mengambil sebuah keputusan agar dapat mencapai tujuan bisnis yang diharapkan.

Sebelum mempertimbangkan jurusan hal yang demikian, Anda wajib mengetahui bahwa jurusan hal yang demikian akan mempelajari kegiatan pengoperasian, perencanaan serta pengelolaan suatu bisnis atau usaha. Adapun beberapa model ilmu yang akan dipelajari selama Anda menjalani perkuliahan di jurusan hal yang demikian merupakan manajemen mutu, ilmu manajemen, hingga skill dalam berkomunikasi serta mengerjakan negosiasi dengan bagus.

Anda mau melanjutkan studi di tingkat yang lebih tinggi, karenanya jurusan manajemen bisnis ini amat dianjurkan bagi Anda yang mau berkarir di dunia bisnis dan manajemen, d imana tujuan juruan ini untuk menggagas alumnus profesional dalam bisan bisnis dan manajemen.

Populer Ekonomi: Pesawat Garuda Putar Balik hingga Industri Penyumbang Energi Ekonomi

Sejumlah informasi ekonomi pada Rabu, 15 Mei 2024, terpantau menjadi perhatian para pembaca Medcom.id. Berita itu mulai dari penyebab maskapai Garuda Makassar-Madinah putar balik dan ganti pesawat hingga industri penyumbang energi ekonomi Indonesia.

Berikut ikhtisar informasi selengkapnya:

1. Ini Penyebab Maskapai Garuda Makassar-Madinah Putar Balik dan Ganti Pesawat

Maskapai Garuda Indonesia buka bunyi dan membeberkan slot gacor 777 soal momen penerbangan haji GA-1105 rute Makassar-Madinah yang sepatutnya mengambil prosedur Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara keberangkatan.

2. Izin Usaha Dicabut OJK, Ini 8 Pelanggaran Paytren Milik Yusuf Mansur

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan hasil pemeriksaan dan pengawasan lanjutan atas kasus pelanggaran undang-undang perundang-undangan di bidang pasar modal oleh PT Paytren Aset Manajemen. Akhirnya, OJK mencabut izin usaha manajer investasi milik Yusuf Mansur tersebut.

3. KRIS Diluncurkan, BPJS Tegaskan Iuran Konsisten Sama

BPJS Kesehatan menyanggah adanya penghapusan kelas layanan dalam Hukum Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan yang memuat pelegalan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). BPJS juga menetapkan besaran iuran konsisten sama dengan apa yang telah berlaku selama ini.

4. Ini 3 Alasan Inflasi Indonesia Konsisten Rendah

Ekonom Lembaga Penelusuran Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia Kiki Verico memperkenalkan ada tiga hal yang membikin inflasi Indonesia konsisten berada di level yang rendah sekiranya diperbandingkan dengan negara-negara lain.

Neraca Perdagangan April 2024 Surplus US$3,4 Miliar dalam Perhitungan Ekonom Bank Permata (BNLI)

Ekonom Bank Permata Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan mencatatkan surplus sebesar US$3,4 miliar pada April 2024.

Perkiraan surplus tersebut menyusut jika dibandingkan dengan capaian surplus pada Maret 2024 yang sebesar US$4,47 miliar.

Faisal mengatakan, penyusutan surplus neraca perdagangan Indonesia terutama dipengaruhi oleh hari kerja yang terbatas pada April 2024, seiring dengan adanya libur Lebaran.

“Kami perkirakan neraca perdagangan pada April 2024 surplu US$3,4 miliar, menurun dari Maret dipengaruhi faktor seasonal, karena pada April ada libur Lebaran seminggu, sehingga baik ekspor maupun impor kita perkirakan kontraksi, karena lebih sedikitnya hari kerja,” katanya dalam media briefing, Selasa (14/5/2024).

Faisal juga memperkirakan, penurunan ekspor pada April 2024 akan slot depo qris cenderung lebih rendah dibandingkan impor.

Hal ini dikarenakan adanya efek musiman, yaitu kenaikan impor minyak menjelang Lebaran, juga dipengaruhi oleh kenaikan harga akibat konflik di Timur Tengah.

Pada kesempatan berbeda, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan surplus neraca perdagangan pada April 2024 mencapai US$3,15 miliar, juga lebih rendah dibandingkan dengan capaian surplus pada Maret 2024.

“Surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2024 diperkirakan sebesar US$3,15 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan capaian surplus pada bulan sebelumnya yang sebesar US$4,47 miliar,” katanya.

Banjaran memperkirakan kinerja ekspor Indonesia pada April 2024 kembali tumbuh positif pada kisaran 6%, setelah bulan sebelumnya terkontraksi sebesar -4,19%.

Di sisi lain, kinerja impor pada periode yang sama diperkirakan tumbuh sebesar 9,37%, lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan ekspor.

Kenaikan kinerja impor menurut Banjaran terutama dipengaruhi oleh kembali normalnya aktivitas produksi pasca Idulfitri.

“Kenaikan impor yang lebih tinggi sebesar 9,37%, menyebabkan surplus neraca perdagangan lebih rendah,” jelas Banjaran.

Ketua Baleg: Apabila Presiden Jokowi Sependapat, Revisi UU Kementerian Negara Bisa Kencang

Ketua Badan Legislasi (Baleg) RI Supratman Andi Agtas mengatakan, cara kerja atau pembahasan revisi UU Kementerian Negara bertumpu pada persetujuan pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo.

“Apabila di kita akan mempercepat, namun kan tergantung pada pemerintah juga setelah di badan legislasi di paripurnakan kemudian kita kirim ke pemerintah apakah presiden sependapat atau tidak kan tergantung,” kata Supratman, di Rumit Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024)

Percepatan pengesahan revisiUU hal yang demikian, termasuk berhubungan pasal penambahan jumlah kementerian, berdasarkan Supratman juga diputuskan oleh Jokowi, bukan semata-mata DPR.

“Apabila Pak Presiden Jokowi sependapat dengan draf yang akan kita ajukan umpamanya menyangkut soal jumlah itu ya akan bisa cepat,” jelas ia.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk bersama-sama,” sambungnya.

Dibahas
Sebelumnya, Badan Legislasi (Baleg) DPR RI segera membahas slot777 login soal revisi Undang-Undang Kementerian Negara. Pembahasan hal yang demikian mengacu pada keputusan MK nomor 79/PUU-IX/2011.

Pada rapat Baleg DPR di rumit parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5/2024) itu, Wakil Ketua Baleg Achmad Baidowi (Awiek) mempersilakan energi ahli Baleg menyajikan dasar adanya revisi hal yang demikian.

Tenaga ahli menyajikan Pasal 4 Ayat (1) dan Pasal 17 UU Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bila tidak ada pengontrolan presiden dalam mempertimbangkan jumlah menteri negara.

“Dalam pasal 4 Ayat 1 dan pasal 17 UU NRI Tahun 1945 tidak ada pengontrolan secara limitatif bahwa presiden dalam mempertimbangkan jumlah menteri negara yang diangkat dan diberhentikannya,” kata energi ahli Baleg.

Baleg memaparkan ikhtisar Pasal 15 UU Kementerian Negara bahwa jumlah kementerian paling banyak 34. Baleg mengusulkan jumlah menyesuaikan dengan keperluan presiden.

“Kemudian berhubungan dengan ikhtisar Pasal 15. Pasal dirumuskan berbunyi sebagai berikut: jumlah keseluruhan kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 14 semula berbunyi paling banyak 34 kementerian, kemudian diusulkan perubahannya menjadi ditetapkan layak dengan keperluan presiden dengan mengamati efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” kata energi ahli DPR.

ADB: Perekonomian Asia–Pasifik Diproyeksikan Tumbuh 4,9% pada 2024

Perekonomian negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik pada 2024 ini diperkirakan tumbuh rata-rata 4,9 persen karena pertumbuhan kawasan itu masih berlanjut di tengah kuatnya permintaan domestik, membaiknya ekspor semikonduktor dan pulihnya dunia pariwisata.

Laporan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) berjudul “Asian Development Outlook April 2024” yang dirilis pada Kamis (11/4) memproyeksikan laju inflasi akan melandai pada 2024dan 2025, setelah sempat melesat karena peningkatan harga pangan di beberapa negara selama dua tahun terakhir.

Pertumbuhan yang lebih kuat di Asia Selatan dan Asia Tenggara tersebut juga ditunjang oleh permintaan domestik dan ekspor untuk mengimbangi perlambatan pertumbuhan di China dampak kemerosotan pasar properti dan melemahnya konsumsi.

India diperkirakan akan konsisten menjadi mesin pertumbuhan spaceman penting di Asia dan Pasifik, dengan pertumbuhan 7 persen tahun ini dan 7,2 persen pada tahun depan. Pertumbuhan ekonomi China diperkirakan melambat menjadi 4,8 persen tahun ini dan 4,5 persen tahun depan, dibandingkan pertumbuhan 5,2 persen pada 2023.

“Kami berpandangan bahwa pertumbuhan pada mayoritas perekonomian di kawasan Asia yang sedang berkembang akan stabil pada tahun ini dan tahun berikutnya. Keyakinan konsumen masih membaik dan investasi secara keseluruhan masih kuat. Permintaan eksternal bahkan tampaknya telah berbalik positif, secara khusus dalam hal semikonduktor,” kata Kepala Ekonom ADB Albert Pak.

Namun, laporan itu juga mengingatkan para pembuat kebijakan supaya konsisten waspada karena masih ada sejumlah potensi risiko, antara lain gangguan rantai pasokan, ketidakpastian kebijakan moneter Amerika, efek cuaca ekstrem, dan berlanjutnya pelemahan pasar properti di China.

Inflasi di kawasan Asia dan Pasifik yang sedang berkembang diperkirakan akan melambat menjadi 3,2 persen tahun ini dan 3,0 persen pada tahun depan, seiring berkurangnya tekanan harga global dan masih cukup ketatnya kebijakan moneter di banyak negara. Kecuali China, inflasi di kawasan ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum meluasnya pandemi Covid-19.

Laporan ADB juga menampilkan bahwa harga beras turut berkontribusi pada tingginya inflasi harga pangan, secara khusus bagi perekonomian yang bertumpu pada impor. Harga beras kemungkinan akan konsisten tinggi tahun ini karena beberapa elemen, antara lain gagal panen dampak cuaca buruk, pengontrolan ekspor beras oleh pemerintah India, kenaikan tarif pengiriman global dampak serangan kepada kapal-kapal laut yang melintasi Laut Merah dan masih terus terjadinya kekeringan di Terusan Panama.

ADB mengatakan untuk mengatasi kenaikan harga beras dan melindungi ketahanan pangan, negara-negara (di Asia dan Pasifik) bisa memberikan subsidi yang ditargetkan kepada populasi rentan dan meningkatkan transparansi serta pemantauan pasar guna mencegah manipulasi harga dan penimbunan.

Kim Soo Hyun Sukses Raih Gelar Aktor Paling Populer di Baeksang Arts Awards 2024

Tujuh belas tahun berkarier, Kim Soo Hyun, kembali menorehkan prestasi. Aktor Baek Hyun Woo didapuk menjadi Male Popularity Awards dalam Baeksang Arts Awards 2024.

Ajang penghargaan industri hiburan bergengsi Korea Selatan ini baru dihelat di Coex Hall D, Seoul, pada Selasa, 7 Mei 2024 kemarin. Kim Soo Hyun menjadi satu-satunya yang masuk nominasi mewakili drakor Queen of Tears.

Kim Moo-yeol dan Park Ji-Hwan dipilih sebagai pembaca nominasi. Mereka bergegas membuka amplop dan membacakan nama pemenang, “Lebih dari 5 juta orang memilih, Kim Soo Hyun,” terdengar applause yang meriah saat nama aktor itu disebut.

Dia malah beranjak dari kursi, membungkuk sbobet ke rekan-rekannya, dan menuju ke atas panggung. “Halo semuanya! Saya Kim Soo Hyun. Saya sungguh beruntung bisa proyek film yang baik,” kata Kim Soo Hyun dengan mata berbinar-binar.

Tebar Kebahagiaan
Dalam pidato kemenangan, Kim Soo Hyun berdialog secara singkat dan sederhana. Cuma berterima beri sebab serial Queen of Tears, namanya diketahui banyak orang dan menerima banyak cinta dari para penggemar.

“Terima beri untuk itu. Saya jadi bisa penghargaan tren ini,” sambungnya.

“Saya akan membagikan kebahagiaan bagi banyak orang dan membuat saya bersuka ria pula,” pungkas Kim Soo Hyun.

Dapat 5,6 Juta Bunyi
Gelar yang didapatkan Kim Soo Hyun ditentukan oleh publik. Jadi, tiap-tiap tahun Baeksang membuka golongan Popularity Awards. Semua aktor dan pemeran film wanita yang masuk nominasi berpartisipasi pula.

Vote dijalankan mulai tanggal 25 April – 4 Mei 2024. Jumlah total pemilih mencapai sekitar 11 juta orang. Untuk meraih gelar tersebut, Kim Soo Hyun berhasil mendapatkan dukungan 5,6 juta suara.

IMF Proyeksi Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3,1% di 2024

International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memproyeksikan perekonomian global tumbuh 3,1% di 2024. Proyeksi ini dirilis IMF dalam laporan World Economic Outlook (WEO) terupdate edisi Januari 2024.

“Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 3,1%pada 2024 dan 3,2 persen pada% pada 2025, dengan perkiraan tahun 2024 0,2 poin prosentase lebih tinggi dibandingi perkiraan pada Oktober 2023,” ungkap IMF di laporan World Economic Outlook, dikutip Rabu (31/1/2024).

Dalam laporan IMF itu ditulis bahwa proyeksi ekonomi global kali ini didukung oleh ketahanan ekonomi yang lebih besar di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain, serta pasar negara berkembang yang besar. Selain itu juga didukung kebijakan fiskal Tiongkok.

Tapi IMF mencatat, perkiraan pertumbuhan ekonomi spaceman global untuk 2024–2025 masih di bawah rata-rata historis (2000–2019) sebesar 3,8 persen, dengan kenaikan suku bunga kebijakan bank sentral untuk melawan inflasi, penarikan dukungan fiskal di tengah tingginya utang yang membebani kegiatan perekonomian, dan rendahnya produktivitas.

Tapi inflasi turun lebih cepat dari perkiraan di beberapa besar negara-wilayah, di tengah melemahnya keadaan sulit sisi penawaran dan kebijakan moneter yang restriktif.

Hard Landing
Dengan disinflasi dan pertumbuhan yang stabil, IMF memperkirakan, kemungkinan terjadinya hard landing telah berkurang. Adapun risiko terhadap pertumbuhan global secara awam juga telah seimbang.

“Sisi positifnya, disinflasi yang lebih cepat dapat menyebabkan kondisi keuangan kian melemah. Kebijakan fiskal yang lebih longgar dari yang dibutuhkan dan dari perkiraan dalam proyeksi dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih tinggi untuk sementara waktu, tapi dengan risiko penyesuaian yang lebih mahal di kemudian hari,” pungkas IMF.

Badan itu juga mengatakan, reformasi struktural yang kuat dapat meningkatkan produktivitas dengan dampak positif lintas batas negara.

Sedangkan pada sisi negatif, lonjakan harga komoditi baru dampak guncangan geopolitik, termasuk serangan Houthi di Laut Merah dan gangguan pasokan atau inflasi yang lebih persisten dapat memperpanjang kondisi moneter yang ketat.

Utang 47 Negara Berkembang Mengkhawatirkan, Ada Risiko Gagal Bayar

Jakarta – Negara-negara berkembang berpotensi membayar utang luar negeri sebesar USD 400 miliar atau setara Rp 6,4 kuadriliun di 2024. Sekitar 40 negara juga diprediksi tak bisa membelanjakan dana yang mereka butuhkan untuk adaptasi iklim dan pembangunan berkelanjutan, tanpa risiko gagal bayar dalam 5 tahun ke depan.

Hal itu dinyatakan dalam sebuah laporan yang dipimpin oleh Universitas Boston yang dirilis pada malam pertemuan musim semi IMF/Bank Dunia.

Mengutip Channel News Asia, Senin (15/4/2024) laporan dari slot terbaru Debt Relief for Green and Inclusive Recovery Project (DRGR) menemukan bahwa 47 negara berkembang akan menempuh ambang batas kebangkrutan utang luar negeri.

“Mereka akan berada dalam tekanan utang yang tinggi sehingga mereka akan mengalami gagal bayar (default), mengingat kondisi utang saat ini, jika mereka mencoba memobilisasi pembiayaan itu,” kata Kevin Gallagher, direktur Sentra Kebijakan Pembangunan Global Universitas Boston.

Sebanyak 19 negara berkembang lainnya juga kekurangan likuiditas untuk memenuhi sasaran belanja tanpa bantuan, walaupun negara-negara tersebut tak bisa mendekati ambang batas default.

Maka dari itu, laporan Universitas Boston menyerukan perombakan pengelolaan keuangan global, bersamaan dengan pengampunan utang bagi negara-negara yang paling berisiko dan peningkatan pembiayaan terjangkau, serta peningkatan kredit.

“Kita perlu memobilisasi lebih banyak modal dan menurunkan biaya modal bagi negara-negara jika kita ingin menempuh hal ini,” terang Gallagher.

Proyek DRGR merupakan kolaborasi antara Sentra Kebijakan Pembangunan Global Universitas Boston, Heinrich-Böll-Stiftung, Sentra Keuangan Berkelanjutan, SOAS dan Universitas London.