Raksasa Ekonomi Bertumbangan, RI Aman?

Laju ekonomi sejumlah negara mengarah ke jurang resesi. Kondisi ini dikhawatirkan sanggup berdampak kepada perlambatan ekonomi global, terhitung Indonesia.

Jepang jadi negara paling akhir yang formal masuk ke jurang resesi secara teknikal sesudah ekonomi Negara Sakura terkontraksi selama dua kuartal beruntun. Sebelumnya, Jerman terhitung jadi perhatian besar gara-gara ekonominya yang tetap ambruk, kalian juga dapat menyaksikan berita ini di situs https://ptkdikdasbutur.com/ dan https://wisatabatulayang.com/..

Asia – Jepang

Jepang tergelincir ke dalam resesi dan kehilangan posisinya sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia. Perekonomian Jepang kini jadi yang terbesar keempat di dunia sesudah mengalami kontraksi terhadap kuartal paling akhir th. 2023 dan tertinggal dari Jerman

Ekonomi Jepang terkontraksi 0,4% terhadap kuartal IV-2023, menurut information PDB riil Kantor Kabinet yang dirilis terhadap hari Kamis pekan lalu, walaupun tumbuh sebesar 1,9% selama th. 2023. Kontrkasi ini memperpanjang derita ekonomi Jepang yang terhitung terkoreksi 3,3% terhadap kuartal III-2023.

Kontraksi dua kuartal berturut-turut dianggap sebagai indikator perekonomian berada dalam resesi teknis.

Laporan PDB paling baru itu jauh meleset dari perkiraan perkembangan 1,4% dalam jajak pendapat para ekonom Reuters. Secara kuartalan (quarter to quarter/qtq), PDB turun 0,1%, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 0,3% dalam jajak pendapat Reuters.

Perekonomian Jepang adalah yang terbesar ke-2 sampai th. 2010 saat China mengambil tahta Jepang. PDB nominal Jepang berjumlah US$4,2 triliun th. 2023, namun Jerman berjumlah US$4,4 triliun.

Jerman

Komisi Eropa memangkas perkiraan perkembangan dan inflasi untuk zona euro terhadap 2024, Kamis (15/2/2024). Meski inflasi diprediksi melandai 2,7% tapi perkembangan dapat lamban. Diyakini kawasan dengan mata duwit tunggal itu, hanya dapat tumbuh 0,8%.

Ketegangan geopolitik jadi penyebab. Ini meningkatnya ketidakpastian bagi perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi Jerman, diprediksi hanya sebesar 0,3% terhadap th. 2024, turun dari prediksi musim gugur sebesar 0,8%.

“Konsumsi swasta menderita akibat hilangnya energi beli. Aktivitas di sektor konstruksi dan energi intensif terhalang oleh kenaikan biaya yang tinggi dan kekurangan tenaga kerja,” kata komisaris ekonomi Uni Eropa (UE),  Paolo Gentiloni, meski memperkirakan perekonomian dapat tumbuh sebesar 1,2% th. 2025.

Inggris

Inggris tergelincir ke dalam resesi sesudah ekonomi mereka terkontraksi (quartal to quartal/qtq) terhadap kuartal III dan IV 2023. Resesi secara teknikal ini perlihatkan bahwa Perdana Menteri Rishi Sunak sejauh ini gagal mencukupi janjinya untuk menumbuhkan perekonomian.

Ekonomi Inggris sebetulnya masih tumbuh sebesar 0,1% selama 2023 secara total th. tapi ini merupakan perkembangan tahunan paling lambat yang dulu berlangsung di Inggris sejak 2009, tidak terhitung th. pertama pandemi.

Amerika Serikat

Indek Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) melonjak terhadap awal tahun. Inflasi meningkat lebih dari perkiraan terhadap bulan Januari 2024 gara-gara tingginya harga tempat tinggal yang membebani konsumen, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja terhadap hari Selasa pekan lalu.

Indeks harga konsumen, ukuran harga barang dan jasa yang dihadapi pembeli di seluruh perekonomian, meningkat 0,3% terhadap bulan tersebut, menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja. Dalam basis 12 bulan, angkanya capai 3,1%, turun dari 3,4% di bulan Desember 2023.

Dikutip dari Congressional Budget Office (CBO), perkembangan ekonomi AS diperkirakan melambat jadi 1,5% terhadap 2024 dan sesudah itu berlanjut terhadap kecepatan yang moderat.

Lebih lanjut, perkembangan PDB riil diperkirakan rata-rata berada di angka 2,2% per th. dari 2025 sampai 2028. Hal ini berlangsung mengingat membeli pembeli yang berubah tajam ke barang dan jasa selama pandemi, lagi ke pola sebelum pandemi.

Pertumbuhan mengkonsumsi diperkirakan melemah terhadap 2024 gara-gara nilai tabungan penduduk dapat menjadi berkurang sejalan dengan pelonggaran pasar tenaga kerja, di tengah pengaruh pengetatan moneter yang tetap berlanjut sejak awal th. 2022.

Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap kuartal IV 2023 capai 5,04% secara tahunan (yoy), sedikit melebihi proyeksi pemerintah sebesar 5%.

Penyumbang utama perkembangan ini adalah peningkatan mengkonsumsi tempat tinggal tangga dan investasi. Konsumsi tempat tinggal tangga, yang merupakan komponen terbesar dari product domestik bruto (PDB) Indonesia, tumbuh 4,82% di 2023. Kenaikan upah minimum dan bantuan sosial pemerintah jadi aspek pendorong utama peningkatan mengkonsumsi tempat tinggal tangga. Di tengah tantangan ekonomi world dan inflasi yang tinggi, peningkatan mengkonsumsi tempat tinggal tangga perlihatkan bahwa energi beli penduduk Indonesia masih terjaga.

Sementara itu, investasi tumbuh 4,40%, di dukung oleh realisasi program pembangunan infrastruktur. Meskipun perkembangan investasi melambat dibandingkan th. sebelumnya, hal ini selalu perlihatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Stabilitas politik dan ekonomi, serta potensi pasar yang besar, jadi energi tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Belanja pemerintah tumbuh  2,95% di 2023 terhadap 2023, berbanding terbalik dengan kontraksi 4,47% terhadap 2022. Belanja pemerintah masih memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi lewat program-program pembangunan infrastruktur dan bantuan sosial pemerintah yang tetap berlanjut.

Ekspor tumbuh 1,32% waktu impor terkoreksi 1,65%.  Kenaikan ekspor didorong oleh permintaan world yang relatif masih kuat terhadap komoditas andalan Indonesia, seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet. Sementara itu, peningkatan impor didorong oleh keperluan bahan baku dan barang modal untuk membantu perkembangan ekonomi. Hal ini perlihatkan bahwa Indonesia masih sanggup berkompetisi di pasar global.

Secara kumulatif selama 2023, realisasi perkembangan ekonomi sebesar 5,05%, melambat dibandingkan perkembangan 5,31% terhadap 2022. Hal ini sejalan dengan perkiraan akibat perlambatan ekonomi world dan kegiatan domestik yang terdampak inflasi tinggi.

Dampak Ekonomi ke Indonesia

Melandainya ekonomi Amerika Serikat, China, Jepang dan Jerman jadi kabar buruk bagi Indonesia mengingat besarnya peran mereka dalam laju ekspor dan investasi. Presiden RI terpilih mendatang wajib mengantisipasi pengaruh dari perlambatan ekonomi raksasa dunia. Jika ekonomi mereka melambat maka perkembangan ekonomi RI pun ikut terancam.

Merujuk information Badan Pusat Statistik (BPS), China adalah pasar terbesar ekspor bagi Indonesia, disusul dengan Amerika dan Jepang.

Ekspor ke China menembus US$ 64,94 miliar terhadap 2023 atau kurang lebih 25,1% dari total ekspor.. AS menempati posisi ke-2 dengan nilai US$ 23,25 miliar dan Jepang menyusul di kronologis tiga dengan nilai 20,79 miliar.

China dan Jepang terhitung berkontribusi besar bagi investasi asing segera (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia.

Pada kuartal IV-2023, realisasi FDI China ke Indonesia sebesar US$1,9 miliar dan Jepang sebesar US$1,4 miliar. Sedangkan untuk selama 2023 (Januari-Desember), total realisasi FDI China ke Indonesia sebanyak US$7,4 miliar, namun Jepang ke Indonesia sebanyak US$4,6 miliar.

Dengan lesunya Negeri Tirai Bambu, maka FDI ke Indonesia dapat jadi terganggu Indonesia lantaran pendapatan negara untuk diinvestasikan ke negara lain seperti Indonesia jadi makin sedikit.

Ekonom dan mantan Menteri Keuangan di Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), M. Chatib Basri sempat menyampaikan bahwa 1% perlambatan ekonomi di China, itu punya pengaruh perkiraannya sebesar 0,3% terhadap Indonesia.

Lebih lanjut, negara-negara pemberi utang (kreditor) untuk Utang Luar Negeri (ULN) Swasta Indonesia pun tercatat mengalami penurunan lebih-lebih yang mampir dari AS, Jerman, dan China.

Hal ini makin memperjelas bahwa negara-negara tersebut pun menjadi melakukan pengereman dalam memberikan kredit ke Indonesia.

Ekonomi Global 2024, Chatib Basri Yakin AS Tak Resesi Tapi Tiongkok Akan Melambat

Ekonomi Global 2024, Chatib Basri Yakin AS Tak Resesi Tapi Tiongkok Akan Melambat

Ekonom senior Indonesia dan mantan menteri keuangan Chatib Basri percaya https://www.desawisatahariarapohan.com/ ekonomi global th. ini lumayan baik ditandai bersama Amerika Serikat (AS) yang tidak bakal resesi. Namun dia mewaspadai keadaan ekonomi China, mengimbuhkan peringatan perihal perkembangan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

“Saya kira probabilitas resesi di Amerika kecil th. ini, growth-nya (pertumbuhan) bakal relatif lebih baik. Jadi saya setuju bersama itu,” ujar Chatib, sementara ditemui awak sarana dalam agenda Indonesia Infrastructure Finance’s Anniversary Dialogue yang dihelat pada Senin, 29 Januari 2024 di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan.

Sementara itu, walau memperingatkan bahwa perekonomian Tiongkok bakal melambat, Chatib percaya raksasa ekonomi dunia selain AS itu termasuk tidak bakal terjun ke dalam jurang resesi. “Tiongkok bakal ada slowdown, namun nggak resesi,” lanjut Chatib. Senada bersama prediksi Bank Dunia, menurut perkiraan Chatib, ekonomi Tiongkok diproyeksikan tumbuh sekitar 4,5 % pada th. ini.

Melansir dari Laporan Global Economic Prospects edisi Januari, Bank Dunia perlihatkan ada perlambatan perkembangan ekonomi di negara berkembang dan termasuk Tiongkok pada th. 2024. Proyeksi berikut mengindikasikan bahwa perkembangan ekonomi Tiongkok yang sebesar 5,2 % pada th. 2023 kemungkinan bakal melambat jadi 4,5 % th. ini. Bahkan, menurut Bank Dunia, tren perlambatan di Tiongkok bakal konsisten berlanjut hingga 2025 menuju level 4,3 persen.

Bank Dunia mengimbuhkan perhatian khusus pada penurunan mengonsumsi domestik, yang dipercayai jadi pendorong utama perlambatan perkembangan Tiongkok. Kontributor utama pada penurunan ini adalah ketidakpastian ekonomi, yang mendorong costumer untuk mengurangi pengeluaran mereka.

Baca Juga:

IMF Ingatkan Bahaya ‘Perang Dingin’ Dunia di Depan Mata

Selain itu, krisis di sektor properti yang masih berlanjut telah menciptakan ketidakpastian lebih lanjut di pasar Tiongkok, mengurangi keyakinan costumer untuk berinvestasi dan mengonsumsi. Dengan redupnya perkembangan ekonomi Tiongokok, Bank Dunia termasuk memproyeksikan perlambatan perkembangan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik termasuk Indonesia pada 2024. Proyeksi ini perlihatkan bahwa perkembangan ekonomi kawasan berikut pada 2024 diprediksi 4,5 % dan sesudah itu alami penurunan jadi 4,4 % pada th. 2025.

Jika Tiongkok dikeluarkan, perkembangan ekonomi di kawasan berikut diantisipasi untuk menguat sedikit, raih 4,7 % pada th. 2024 dan diproyeksikan tetap sejalan pada th. 2025. Dengan demikian, pengaruh melambatnya ekonomi Tiongkok tampaknya mengimbuhkan dinamika yang berbeda pada perkembangan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Termasuk bagi Indonesia, eksportir batubara dan sawit ke Tiongkok.

IMF Ingatkan Bahaya ‘Perang Dingin’ Dunia di Depan Mata

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan fragmentasi dalam ekonomi world dan pergeseran dalam perdagangan bilateral dapat membawa dampak “Perang Dingin” baru, mengingat konflik di Ukraina dan ketegangan AS-Tiongkok belum termasuk rampung.

Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath yang sering kali bermain di situs link https://pdiperjuangandenpasar.com/ menjelaskan kepada Asosiasi Ekonomi Internasional di Medellin, Kolombia, bahwa kerugian dapat meraih 2,5% sampai 7% dari produk domestik bruto world kalau perekonomian dunia terpecah jadi dua blok, yang didominasi oleh AS dan Eropa di negara-negara Barat. dan Cina dan Rusia di Timur.

“Meskipun tidak tersedia gejala kemunduran globalisasi secara luas, garis-garis patahan terlihat bersamaan dengan makin lama nyatanya fragmentasi geoekonomi,” katanya, dikutip dari Reuters. “Jika fragmentasi makin lama mendalam, kami dapat terjerat dalam Perang Dingin yang baru.”

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan fragmentasi dalam ekonomi world dan pergeseran dalam perdagangan bilateral dapat membawa dampak “Perang Dingin” baru, mengingat konflik di Ukraina dan ketegangan AS-Tiongkok belum termasuk rampung.

Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath menjelaskan kepada Asosiasi Ekonomi Internasional di Medellin, Kolombia, bahwa kerugian dapat meraih 2,5% sampai 7% dari produk domestik bruto world kalau perekonomian dunia terpecah jadi dua blok, yang didominasi oleh AS dan Eropa di negara-negara Barat. dan Cina dan Rusia di Timur.

“Meskipun tidak tersedia gejala kemunduran globalisasi secara luas, garis-garis patahan terlihat bersamaan dengan makin lama nyatanya fragmentasi geoekonomi,” katanya, dikutip dari Reuters. “Jika fragmentasi makin lama mendalam, kami dapat terjerat dalam Perang Dingin yang baru.”

Salip Jepang, RI Bakal Jadi Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia di 2050

Indonesia diperkirakan dapat menjadi bersama dengan ekonomi terbesar keempat terhadap tahun 2050. Posisinya berada di bawah China, India dan AS yang masing-masing di posisi 1, 2, dan 3. Hal ini diungkap dalam laporan proyeksi perkembangan international jangka panjang sampai tahun 2050 yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers (PwC).

Kepala Ekonom PwC John Hawksworth menyatakan perkembangan ekonomi international dapat didorong oleh negara-negara emerging market, yang secara bertahap dapat meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dunia bersamaan berjalannya waktu.

“Kami memproyeksikan perekonomian dunia dapat berlipat ganda terhadap tahun 2042, bersama dengan tingkat perkembangan umumnya tahunan kira-kira 2,6% pada tahun 2016 dan 2050,” ungkapnya dikutip dari situs slot server thailand.

Dia meyakinkan PwC memperkirakan perkembangan ini hanya dapat didorong oleh negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang.

“Dengan negara-negara E7 layaknya Brasil, Tiongkok, India, india, Meksiko, Rusia, dan Turki tumbuh bersama dengan umumnya perkembangan tahunan hampir 3,5% selama 34 tahun ke depan, dibandingkan menjadi hanya 1,6% untuk negara-negara maju G7 layaknya Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat,” kata Hawksworth.

Ke depannya, PwC memandang pergeseran kemampuan ekonomi international berasal dari negara-negara maju, terlebih di Eropa, ke negara-negara berkembang di Asia dan negara-negara lain. Menurut Hawksworth, negara-negara E7 (emerging seven) mampu menyumbang hampir 50% PDB dunia terhadap tahun 2050, pas pangsa G7 menurun menjadi hanya di atas 20% terhadap 2050.

Pada tahun 2050, Hawksworth menyatakan negara-negara berkembang layaknya Meksiko dan Indonesia barangkali besar dapat lebih besar dibandingkan Inggris dan Perancis, pas Pakistan dan Mesir barangkali dapat melampaui Italia dan Kanada (dalam basis PPP).

Dalam hal pertumbuhan, lanjut Hawksworth, Vietnam, India, dan Bangladesh mampu menjadi negara bersama dengan perkembangan tercepat sampai tahun 2050, bersama dengan umumnya perkembangan kira-kira 5% per tahun.

Kemudian, PwC memandang Nigeria miliki potensi untuk menjadi negara bersama dengan perkembangan ekonomi terbesar di Afrika dan mampu meningkatkan peringkat PDB berasal dari peringkat ke-22 ke peringkat ke-14 terhadap tahun 2050.

Namun Nigeria hanya dapat mewujudkan potensi ini terkecuali mereka mampu mendiversifikasi perekonomiannya berasal dari minyak dan memperkuat institusi dan infrastrukturnya. Kolombia dan Polandia termasuk menunjukkan potensi yang besar, dan diproyeksikan menjadi negara bersama dengan perkembangan ekonomi paling cepat di kawasan masing-masing, Amerika Latin dan Uni Eropa. Meskipun Turki diproyeksikan dapat tumbuh lebih cepat di lokasi Eropa yang lebih luas.

Hawksworth mencatat seluruh negara G7 selamanya berada di atas E7 dalam peringkat PDB per kapita terhadap tahun 2050, terkecuali Italia. Italia jatuh ke kronologis 21 terhadap 2050, berasal dari kronologis 12 terhadap 2016.

Terakhir, PwC memproyeksikan perkembangan ekonomi international tahunan umumnya kira-kira 3,5% selama 4 tahun ke depan sampai tahun 2020. Namun, pergerakannya dapat melambat menjadi 2,7% terhadap tahun 2021-2030, 2,5% terhadap dekade setelahnya, dan 2,4% terhadap tahun 2041-2050.

“Hal ini dapat terjadi sebab banyak negara maju mengalami penurunan tajam dalam populasi umur kerja. Pada pas yang sama, tingkat perkembangan negara-negara berkembang dapat melambat bersamaan bersama dengan semakin matangnya perekonomian negara-negara tersebut,” ungkap Hawksworth.

Negara Ekonomi Terbesar Dunia di 2050, RI Nomor Berapa?

Indonesia diperkirakan bakal menjadi keliru satu negara bersama dengan ekonomi terbesar terhadap tahun 2050. Hal ini berdasarkan laporan proyeksi perkembangan global jangka panjang sampai tahun 2050 yang dirilis oleh Pricewaterhousecoopers (PwC).

Kepala Ekonom John Hawksworth menjelaskan perekonomian dunia sanggup melonjak sampai dua kali lipat terhadap tahun 2050, jauh melampaui perkembangan penduduk yang kerap berain di https://www.ptmerantimustika.com/. Hal ini karena ada peningkatan produktivitas yang didukung oleh teknologi.

Proyeksi ini didasarkan terhadap rasio Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap tingkat daya membeli pembeli yang disesuaikan oleh perbedaan tingkat harga bermacam negara. Hal ini dinilai sanggup memberi tambahan standar yang lebih baik berasal dari sisi volume barang dan jasa yang diproduksi.

“Rata-rata pasar negara berkembang sanggup tumbuh sebesar dua kali lebih cepat dibandingkan bersama dengan negara-negara maju. Alhasil, enam berasal dari tujuh negara bersama dengan perekonomian terbesar di dunia diproyeksikan berasal berasal dari negara-negara berkembang, di mana China menempati posisi pertama, India posisi kedua, dan Indonesia posisi keempat,” jelasnya didalam riset, dikutip Jumat (5/1/2024).

Hal ini menyebabkan Amerika Serikat (AS) turun ke peringkat ketiga didalam daftar PDB global. Sementara itu, kontribusi 27 negara terbesar di Eropa terhadap PDB global turun di bawah 10% terhadap tahun 2050.

Diperkirakan Inggris juga ikut turun ke peringkat 10 terhadap tahun 2050. Adapun Perancis nampak berasal dari 10 besar dan Italia nampak berasal dari 20 besar.

Hal ini disebabkan karena banyaknya negara-negara berkembang yang tumbuh lebih cepat, seperti Turki, Meksiko, dan Vietnam.

Lebih lanjut, dia menyarankan agar negara-negara berkembang mesti tingkatkan infrastruktur dan institusi secara signifikan untuk mencapai perkembangan ekonomi jangka panjang.

“Hindari kebijakan proteksionisme yang sanggup berdampak buruk terhadap perkembangan global jangka panjang. Selain itu, mengembangkan teknologi hijau baru untuk memastikan perkembangan global jangka panjang yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Berikut ini daftar proyeksi 10 negara bersama dengan ekonomi terbesar di dunia terhadap tahun 2050:

1. China
2. India
3. Amerika Serikat
4. Indonesia
5. Brazil
6. Rusia
7. Meksiko
8. Jepang
9. Jerman
10. Inggris

Pertumbuhan Ekonomi dunia

25 Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2023, Ada RI?

Perekonomian world tengah menghadapi tidak benar satu era terburuk sejak krisis keuangan tahun 2007-2008. Semuanya diawali dari pandemi Covid-19, diikuti kasus rantai pasokan pascapandemi, perang Ukraina-Rusia, masalah terhadap pasar kekuatan dan pangan akibat perang tersebut, dan kini agresi berkesinambungan Israel di Jalur Gaza.

Meski segala sesuatunya jadi tidak stabil, tapi selamanya tersedia lebih dari satu perihal positif yang terjadi terhadap perekonomian global. Bahkan tak sedikit juga negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi di masa-masa layaknya ini.

Berikut daftar negara-negara bersama dengan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil tahunan terbesar terhadap 2023, layaknya dihimpun dari Insider Monkey, Rabu (13/12/2023).

25. Togo

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 5,40%

PDB Per Kapita (2023): US$1.000

Togo adalah negara Afrika Barat yang terdapat di Teluk Guinea. Negara ini punya PDB riil sebesar US$9,11 miliar dan PDB per kapita sebesar US$1.000. Dengan proyeksi tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5,40% terhadap tahun 2023, Togo adalah tidak benar satu negara bersama dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia terhadap tahun 2023.

24. Benin

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,50%

PDB Per Kapita (2023): US$1.450

Benin juga merupakan negara Afrika Barat yang punya PDB riil sebesar US$19,94 miliar. Benin punya PDB per kapita sebesar US$1.450 dan diperkirakan bakal tumbuh sebesar 5,50% terhadap tahun 2023.

23. Uzbekistan

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,50%

PDB Per Kapita (2023): US$2,510

Uzbekistan adalah negara Asia Tengah yang punya PDB riil sebesar US$90,39 miliar dan PDB per kapita sebesar US$2,510. Tingkat pertumbuhan PDB Uzbekistan tecatat sebesar 5,50%.

22. Mongolia

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,50%

PDB Per Kapita (2023): US$5.350

Terletak di Asia Timur, Mongolia adalah negara bersama dengan perekonomian kecil bersama dengan PDB riil sebesar US$18,78 miliar. Negara ini punya PDB per kapita sebesar US$5.350 dan diproyeksikan punya tingkat pertumbuhan sebesar 5,50% terhadap tahun 2023.

21. Gambia

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,60%

PDB Per Kapita (2023): US$903,29

Gambia adalah negara kecil di Afrika Barat dan punya PDB riil sebesar US$2,39 miliar dan PDB per kapita sebesar US$903,29. Diperkirakan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 5,60% terhadap tahun 2023.

20. Kamboja

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,60%

PDB Per Kapita (2023): US$1.920

Kamboja adalah negara Asia Tenggara yang punya PDB riil sebesar US$30,94 miliar dan PDB per kapita sebesar US$1,920. Tingkat pertumbuhan PDB Kamboja sebesar 5,60%.

19. Antigua dan Barbuda

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,60%

PDB Per Kapita (2023): US$19.070

Antigua dan Barbuda adalah negara kepulauan di Karibia dan punya PDB riil sebesar US$1,95 miliar. Negara ini punya PDB per kapita sebesar US$19.070 dan diproyeksikan punya tingkat pertumbuhan sebesar 5,60% terhadap tahun 2023.

Baca juga:

Peluang Bisnis Menjanjikan di Era Digital

Gelar Ekonomi vs. Gelar Bisnis Apa Bedaannya?

18. Guinea

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 5,90%

PDB Per Kapita (2023): US$1.540

Terletak di Afrika Barat, Guinea punya PDB riil sebesar US$23,21 miliar. Negara ini punya PDB per kapita sebesar US$1.540 dan diperkirakan punya tingkat pertumbuhan sebesar 5,90% terhadap tahun 2023.

17. Bangladesh

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 6%

PDB Per Kapita (2023): US$2,620

Bangladesh adalah tidak benar satu negara bersama dengan perekonomian terbesar di Asia Selatan. Negara ini punya PDB riil sebesar US$446,35 miliar dan PDB per kapita sebesar US$2,640. Tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan untuk Bangladesh sebesar 6% terhadap tahun 2023.

16. Panama

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 6%

PDB Per Kapita (2023): US$18.490

Panama adalah negara Amerika Selatan yang punya PDB riil sebesar US$82,35 miliar dan PDB per kapita sebesar IS$18,490. Tingkat pertumbuhan PDB Panama yang diproyeksikan sebesar 6%.

15. Etiopia

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,10%

PDB Per Kapita (2023): US$1.470

Ethiopia adalah tidak benar satu negara bersama dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Afrika. Negara ini punya PDB riil sebesar US$155,80 miliar dan PDB per kapita sebesar US$1,470, dan perkiraan tingkat pertumbuhan negara ini sebesar 6,10% terhadap tahun 2023.

14. Rwanda

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,20%

PDB Per Kapita (2023): US$1.030

Rwanda adalah negara Afrika Timur yang punya PDB riil sebesar US$13,93 miliar. Rwanda punya PDB per kapita sebesar US$1.030 dan diperkirakan bakal tumbuh sebesar 6,20% terhadap tahun 2023.

13. Pantai Gading

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,20%

PDB Per Kapita (2023): US$2,730

Pantai Gading adalah negara Afrika Barat yang punya PDB riil sebesar US$79,43 miliar dan PDB per kapita sebesar US$2,730. Tingkat pertumbuhan PDB Pantai Gading sebesar 6,20% terhadap tahun ini.

12. Georgia

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,20%

PDB Per Kapita (2023): US$8,160

Georgia terdapat di persimpangan Eropa dan Asia. Negara ini punya PDB riil sebesar US$30,02 miliar dan PDB per kapita sebesar US$8,160, dan juga tingkat pertumbuhan yang diinginkan sebesar 6,20% terhadap tahun 2023.

11. Saint Vincent dan Grenadines

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,20%

PDB Per Kapita (2023): US$9,360

Saint Vincent dan Grenadines terdapat di selatan Karibia. Negara ini punya PDB riil sebesar US$1,04 miliar dan PDB per kapita sebesar US$9,360 dan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 6,20%.

10. India

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,30%

PDB Per Kapita (2023): US$2,610

India adalah salah satu negara bersama dengan perekonomian miliki nilai triliunan dolar dalam daftar ini, yang juga di antara negara bersama dengan pertumbuhan tercepat di dunia terhadap tahun 2023. India punya PDB riil sebesar US$3,73 triliun dan PDB per kapita sebesar US$2,610.

9. Tajikistan

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 6,50%

PDB Per Kapita (2023): US$1.810

Tajikistan adalah negara Asia Tengah yang punya PDB riil sebesar US$11,82 miliar dan PDB per kapita sebesar US$1,810 dan bersama dengan tingkat pertumbuhan PDB sebesar 6,50%.

8. Republik Demokratik Kongo

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 6,70%

PDB Per Kapita (2023): US$675,48

Republik Demokratik Kongo terdapat di Afrika Tengah. Negara ini punya PDB riil sebesar US$67,51 miliar dan PDB per kapita sebesar US$675,48.

7. Armenia

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 7%

PDB Per Kapita (2023): US$8.280

Armenia punya PDB riil sebesar US24,54 miliar dan PDB per kapita sebesar US$8,280. Tingkat pertumbuhan PDB Armenia sebesar 7% menjadikannya peringkat ketujuh di antara negara bersama dengan pertumbuhan tercepat di dunia terhadap tahun 2023.

6. Mozambik

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 7%

PDB Per Kapita (2023): US$647,14

Mozambik terdapat di Afrika Selatan dan punya PDB riil sebesar US$21,94 miliar. Mozambik punya PDB per kapita sebesar US$647,14 dan diperkirakan bakal tumbuh sebesar 7% terhadap tahun 2023.

5. Fiji

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 7,50%

PDB Per Kapita (2023): US$6.020

Fiji adalah negara kepulauan yang terdapat di Pasifik Selatan. Negara kepulauan ini punya PDB riil sebesar US$5,51 miliar dan PDB per kapita sebesar US$6,020 dan juga diperkirakan tingkat pertumbuhan sebesar 7,50% terhadap tahun 2023.

4. Samoa

Tingkat Pertumbuhan PDB (2023): 8%

PDB Per Kapita (2023): US$4,640

Samoa adalah sebuah negara kepulauan yang terdapat di Oseania. Negara ini punya perekonomian kecil bersama dengan PDB riil sebesar US$940 juta dan PDB per kapita sebesar US$4,640. Tingkat pertumbuhan PDB Samoa tercatat sebesar 8% terhadap tahun ini.

3. Libya

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 12,50%

PDB Per Kapita (2023): US$5.870

Libya adalah negara bersama dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Afrika bersama dengan tingkat pertumbuhan yang diproyeksikan sebesar 12,50% terhadap tahun 2023. Negara ini punya PDB riil sebesar US$40,19 miliar dan PDB per kapita sebesar US$5,870.

2. Guyana

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 38,40%

PDB Per Kapita (2023): US$20.560

Guyana adalah negara Amerika Selatan yang punya PDB riil sebesar US$16,33 miliar. Negara ini punya PDB per kapita sebesar US$20,560 dan proyeksi tingkat pertumbuhan sebesar 38,40% terhadap tahun 2023.

1. Makau

Laju Pertumbuhan PDB (2023): 74,40%

PDB Per Kapita (2023): US$54.300

Sejauh ini, Makau menduduki peringkat pertama dalam daftar negara bersama dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia terhadap tahun 2023 bersama dengan proyeksi tingkat pertumbuhan sebesar 74,40%. Makau punya PDB riil sebesar US$38,48 miliar dan PDB per kapita sebesar US$54.300.

ramalan ekonomi indonesia oleh bank dunia

Menurut Bank Dunia Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Capai 5 Persen terhadap 2024-2026

Bank Dunia memproyeksi, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia tak raih 5 prosen per th. terhadap periode 2024-2026. Hal itu sebagaimana disebutkan didalam laporan teranyar Bank Dunia bertajuk “Indonesia Economic Prospects December 2023”. Dalam laporan itu disebutkan, Indonesia diproyeksi mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif ke depan. Akan tetapi, ancaman dari risiko perlambatan tambah nyata.

“Perekonomian (Indonesia) diproyeksi tumbuh dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,9 prosen terhadap 2024-2026,” tulis laporan tersebut, dikutip terhadap Rabu (13/12/2023). Proyeksi itu perlihatkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, produk domestik bruto (PDB) RI tumbuh 5,3 prosen terhadap 2022 dan terhadap th. ini diproyeksi tumbuh di kisaran 5 persen.

Salah satu pemicu utama potensi perlambatan ekonomi nasional ialah normalisasi harga komoditas unggulan Tanah Air. Merosotnya harga komoditas unggulan berpotensi membawa dampak pelebaran defisit neraca terjadi RI. “Defisit neraca transaksi terjadi akan melebar secara bertahap hingga 1,4 prosen terhadap PDB terhadap 2026, bersamaan dengan menurunnya harga komoditas dan perlambatan world yang menghambat ekspor,” tulis Bank Dunia.

Selain itu, perekonomian nasional terhitung masih dihadapi oleh fenomena bunga kredit yang tinggi. Hal ini pastinya akan berdampak terhadap roda perekonomian nasional, bersamaan dengan meningkatnya cost operasional pelaku usaha. Lalu, Bank Dunia terhitung menyoroti potensi perlambatan ekonomi yang disebabkan moment Pemilu 2024. Bank Dunia menilai, pergelaran pesta politik mampu menghambat momentum reformasi birokrasi yang udah dilaksanakan pemerintah selama {beberapa|sebagian|lebih dari satu} th. terakhir.

“Ketidakpastian world dan efek berkenaan perubahan world berpotensi membawa dampak disrupsi rantai pasok world sehingga berpotensi menghimpit pendapatan negara dan membawa dampak area fiskal yang lebih ketat,” tulis Bank Dunia.

Terbaru Ekonomi Indonesia dari OECD

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organization for Economic Cooperation plus Development/OECD) merilis laporan teranyar berkenaan prospek perekonomian world bertajuk OECD Economic Outlook edisi November 2023.

Dalam laporan teranyar itu, OECD masih mempertahankan prospek positif pertumbuhan ekonomi Indonesia terhadap 2023 hingga 2025. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia diproyeksi tumbuh sebesar 4,9 prosen terhadap th. ini dan tumbuh lebih tinggi 5,2 prosen terhadap 2024 dan 2025. Konsumsi tempat tinggal tangga diproyeksi senantiasa menjadi motor pertumbuhan ekonomi, walaupun kenaikan upah minimum pekerja terhadap th. depan dinilai “kecil” oleh OECD.

“Pengetatan moneter dan perlambatan perdagangan world akan berdampak terhadap pembentukan modal senantiasa bruto (PMTB),” tulis OECD, didalam laporannya, dikutip Senin (4/12/2023). Tekanan yang berasal dari inflasi mulai mereda, bersamaan dengan udah dirasakannya efek dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia selama 2 th. terakhir. OECD memprediksi, laju inflasi Indonesia akan bergerak di kisaran 2,5 prosen terhadap 2024 dan 2025.

“Dengan ekspektasi inflasi lagi ke level semula, Bank Indonesia diproyeksi mulai mengendorkan kebijakan moneternya terhadap pertengahan 2024,” tulis OECD. Namun demikian, Indonesia dinilai masih rentan terhadap risiko eksternal, terlebih berkenaan segi perdagangan internasional dan pasar modal.

Risiko eksternal yang dimaksud mulai dari konflik geopolitik yang terjadi di kawasan lain, ketidakpastian pasar keuangan global, dan pembatasan perdagangan yang dilaksanakan oleh sejumlah negara. “Di sisi lain, risiko politik relatif minim, bersamaan dengan mungkin kecil hasil gelaran Pemilu 2024 memengaruhi kebijakan ekonomi secara signifikan,” tulis OECD.