IMF Ingatkan Bahaya ‘Perang Dingin’ Dunia di Depan Mata

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan fragmentasi dalam ekonomi world dan pergeseran dalam perdagangan bilateral dapat membawa dampak “Perang Dingin” baru, mengingat konflik di Ukraina dan ketegangan AS-Tiongkok belum termasuk rampung.

Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath yang sering kali bermain di situs link https://pdiperjuangandenpasar.com/ menjelaskan kepada Asosiasi Ekonomi Internasional di Medellin, Kolombia, bahwa kerugian dapat meraih 2,5% sampai 7% dari produk domestik bruto world kalau perekonomian dunia terpecah jadi dua blok, yang didominasi oleh AS dan Eropa di negara-negara Barat. dan Cina dan Rusia di Timur.

“Meskipun tidak tersedia gejala kemunduran globalisasi secara luas, garis-garis patahan terlihat bersamaan dengan makin lama nyatanya fragmentasi geoekonomi,” katanya, dikutip dari Reuters. “Jika fragmentasi makin lama mendalam, kami dapat terjerat dalam Perang Dingin yang baru.”

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan fragmentasi dalam ekonomi world dan pergeseran dalam perdagangan bilateral dapat membawa dampak “Perang Dingin” baru, mengingat konflik di Ukraina dan ketegangan AS-Tiongkok belum termasuk rampung.

Deputi Pertama Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath menjelaskan kepada Asosiasi Ekonomi Internasional di Medellin, Kolombia, bahwa kerugian dapat meraih 2,5% sampai 7% dari produk domestik bruto world kalau perekonomian dunia terpecah jadi dua blok, yang didominasi oleh AS dan Eropa di negara-negara Barat. dan Cina dan Rusia di Timur.

“Meskipun tidak tersedia gejala kemunduran globalisasi secara luas, garis-garis patahan terlihat bersamaan dengan makin lama nyatanya fragmentasi geoekonomi,” katanya, dikutip dari Reuters. “Jika fragmentasi makin lama mendalam, kami dapat terjerat dalam Perang Dingin yang baru.”