Salip Jepang, RI Bakal Jadi Ekonomi Terbesar ke-4 Dunia di 2050

Indonesia diperkirakan dapat menjadi bersama dengan ekonomi terbesar keempat terhadap tahun 2050. Posisinya berada di bawah China, India dan AS yang masing-masing di posisi 1, 2, dan 3. Hal ini diungkap dalam laporan proyeksi perkembangan international jangka panjang sampai tahun 2050 yang dirilis oleh PricewaterhouseCoopers (PwC).

Kepala Ekonom PwC John Hawksworth menyatakan perkembangan ekonomi international dapat didorong oleh negara-negara emerging market, yang secara bertahap dapat meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dunia bersamaan berjalannya waktu.

“Kami memproyeksikan perekonomian dunia dapat berlipat ganda terhadap tahun 2042, bersama dengan tingkat perkembangan umumnya tahunan kira-kira 2,6% pada tahun 2016 dan 2050,” ungkapnya dikutip dari situs slot server thailand.

Dia meyakinkan PwC memperkirakan perkembangan ini hanya dapat didorong oleh negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang.

“Dengan negara-negara E7 layaknya Brasil, Tiongkok, India, india, Meksiko, Rusia, dan Turki tumbuh bersama dengan umumnya perkembangan tahunan hampir 3,5% selama 34 tahun ke depan, dibandingkan menjadi hanya 1,6% untuk negara-negara maju G7 layaknya Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat,” kata Hawksworth.

Ke depannya, PwC memandang pergeseran kemampuan ekonomi international berasal dari negara-negara maju, terlebih di Eropa, ke negara-negara berkembang di Asia dan negara-negara lain. Menurut Hawksworth, negara-negara E7 (emerging seven) mampu menyumbang hampir 50% PDB dunia terhadap tahun 2050, pas pangsa G7 menurun menjadi hanya di atas 20% terhadap 2050.

Pada tahun 2050, Hawksworth menyatakan negara-negara berkembang layaknya Meksiko dan Indonesia barangkali besar dapat lebih besar dibandingkan Inggris dan Perancis, pas Pakistan dan Mesir barangkali dapat melampaui Italia dan Kanada (dalam basis PPP).

Dalam hal pertumbuhan, lanjut Hawksworth, Vietnam, India, dan Bangladesh mampu menjadi negara bersama dengan perkembangan tercepat sampai tahun 2050, bersama dengan umumnya perkembangan kira-kira 5% per tahun.

Kemudian, PwC memandang Nigeria miliki potensi untuk menjadi negara bersama dengan perkembangan ekonomi terbesar di Afrika dan mampu meningkatkan peringkat PDB berasal dari peringkat ke-22 ke peringkat ke-14 terhadap tahun 2050.

Namun Nigeria hanya dapat mewujudkan potensi ini terkecuali mereka mampu mendiversifikasi perekonomiannya berasal dari minyak dan memperkuat institusi dan infrastrukturnya. Kolombia dan Polandia termasuk menunjukkan potensi yang besar, dan diproyeksikan menjadi negara bersama dengan perkembangan ekonomi paling cepat di kawasan masing-masing, Amerika Latin dan Uni Eropa. Meskipun Turki diproyeksikan dapat tumbuh lebih cepat di lokasi Eropa yang lebih luas.

Hawksworth mencatat seluruh negara G7 selamanya berada di atas E7 dalam peringkat PDB per kapita terhadap tahun 2050, terkecuali Italia. Italia jatuh ke kronologis 21 terhadap 2050, berasal dari kronologis 12 terhadap 2016.

Terakhir, PwC memproyeksikan perkembangan ekonomi international tahunan umumnya kira-kira 3,5% selama 4 tahun ke depan sampai tahun 2020. Namun, pergerakannya dapat melambat menjadi 2,7% terhadap tahun 2021-2030, 2,5% terhadap dekade setelahnya, dan 2,4% terhadap tahun 2041-2050.

“Hal ini dapat terjadi sebab banyak negara maju mengalami penurunan tajam dalam populasi umur kerja. Pada pas yang sama, tingkat perkembangan negara-negara berkembang dapat melambat bersamaan bersama dengan semakin matangnya perekonomian negara-negara tersebut,” ungkap Hawksworth.